Travelling ke Banda Aceh dan pulau Weh

Dari masih duduk di bangku SMP, gw punya ke inginan,kalau suatu saat nanti gw akan menginjakan kaki di ujung barat negri ini yaitu pualu Weh Sabang,walaupun masih ada pulau Rondo sebagai titik terakhir nya Indonesia , namun karena pulau terluar nan kecil sangat sulit untuk masuk ke pulau Rondo dan di sana pun di jaga oleh TNI , jadi tidak sembarang orang bisa masuk ke sana,maka nya Sabang di pilih sebagai titik awal nya kordinat indonesia,selain akses nya mudah di Sabang juga lebih banyak tempat wisata nya,tapi itupun tugu nol kilometer sebelum nya ada di pulau nasi ( kalau tidak salah ) tapi sudah lama sekali di pindah ke Sabang.
Dan pada siang itu adalah awal perjalanan gw menuju kota Banda Aceh tepat tanggal 14 Agustus 2015 dengan sisa cuti gw yang masih banyak di kantor dan rencana gw untuk merayakan moment hari kemerdekaan Republik Indonesia di titik nol kilometer Indonesia pun sudah gw persiapkan sebelum nya, dengan pesawat singa gw berangkat dari bandara Soekarno Hatta menuju banda Aceh , kurang lebih 3 jam perjalanan karena gw harus transit dulu di bandara Kualanamu Medan sekitar 60 menit belum lagi delay nyaπŸ˜‚ , bandara ini bersih dan rapih sekali lumayan lah sambil transit Lo bisa jalan jalan dulu,malah gw berharap transit nya bisa sampe 5jam πŸ˜‚πŸ˜‚
               Bandara Kualanamu medan
Setelah selesai menurunkan penumpang tujuan Jakarta - Medan dan menaikan penumpang tujuan Medan - Banda Aceh baru lah pesawat berangkat lagi dengan tujuan akhir bandara Sultan Iskandar muda yaitu nama bandara Aceh yang di ambil dari tokoh pahlawan dari kota serambi Mekah sendiri,kurang lebih 30 menit kita sudah sampai di bandara Sultan Iskandar muda.

Bandara Sultan Iskandar muda
Gw sampai tepat pukul 22.00 waktu setempat , kita tidak perlu merubah jam karena waktu di Aceh masih sama dengan Jakarta,di sana gw sudah janjian sama salah satu admin wisata Aceh ( lumayan gratisan πŸ˜‚)  dia pun sudah standbye jemput gw dengan sepeda motor nya,menurut gw disini masih aga sulit untuk akses kendaraan umum apalgi malam hari , tapi tidak perlu khawatir di bandara banyak taxi yang siap nganter Lo ke penginapan , gw pun tanpa pikir panjang langsung di anter ke penginapan , gw bermalam di hotel wisata menurut gw hotel ini cukup murah dengan letak nya di tengah keramaian kota Banda Aceh fasilitas nya pun bagus dengan fasilitas tv ,shower lemari dan ruangan nya luas,permalam Rp 120.000, dari bandara kurang lebih 30 menit 

Suasana dalam hotel wisata
Sebenarnya ada hotel yang lebih murah dengan harga Rp75.000 tapi kamar nya sempit dan Pengap di sekitar jalan jendral A Yani ini banyak ko hotel dan Lo bisa cari hotel yang sesuai buged dan selera kita aja.
Setelah ngobrol ringan dengan admin wisata Aceh gw pun langsung istirahat di hotel karena besok pagi gw harus ke pelabuhan ulele pelabuhan penyeberangan Banda Aceh menuju pulau Weh Sabang.
Dari Banda Aceh gw naik bentor atau becak motor Rp 20.000 menuju pelabuhan ulele di sini ada dua kapal yang menuju ke pulau Weh. Ada kapal lambat dan ada kapal cepat ,kalau kita mau naik kapal lambat sebelum jam 8pagi kita harus sudah di pelabuhan tapi kalu mau naik kapal cepat jam 9 pagi kapal berangkat,waktu itu karena gw tertinggal kapal lambat akhir nya gw naik kapal cepat kurang lebih biaya nya Rp 40.000 / Agustus 2015.dan memakan waktu sekitar 2jam kita tiba di pulau Weh sebagai titik berdiri nya tugu nol kilometer itu ,pulau ini sangat cantik dan indah dengan jalan nya yang naik turun perbukitan di dominan dengan hutan hutan yang teduh,banyak sekali monyet dan binatang lain yang kita jumpai di sepanjang jalan ,menandakan bahwa pulau ini begitu terjaga ekosistem nya,sepanjang jalan kita juga akan di suguhkan gugusan pulau pulau cantik , salah satu nya adalah pulau Rubiah pulau yang sangat cantik dan banyak di kunjungi oleh wisatawan dan menjadi salah satu pusat wisata di pulau Weh ini, untuk menuju pulau Rubiah kita bisa melalui pantai Iboih sewa perahu sampan sekitar Rp 100.000 satu paket dengan snorkling jarak nya sebenarnya dekat sekali sekitar 10menit dari pantai iboh πŸ˜‚ selain itu ada juga pantai Gapang yang tidak kalah cantik , 

Pantai Iboih dan pulau rubiah

Pantai Gapang
Untuk bermalam sendiri gw lebih memilih di pantai Gapang karena selain lebih sepi disini juga lebih murah di bandingkan pantai iboh dan pulau Rubiah,karena kebetulan untuk penginapan murah di pantai iboh sudah habis juga full bokingπŸ˜‚.
Setelah bermalam besok pagi nya gw langsung cus ke tugu nol kilometer Indonesia15 menit dari pantai Gapang ,ternyata di sana sudah ramai banyak pengunjung mengabadikan momen bisa berdiri di tugu nol kilometer nya Indonesia tepat di 17 Agustus , sejenak gw merenung dan berdoa untuk para pahlawan yang sudah rela mati untuk mewariskan negri yang sangat indah ini,dari Sabang sampai Merauke  dari pulau sangihe sampai  pulau Rote,sayang nya tugu nol nya sedang dalam proses perbaikan dan di bongkar πŸ˜‚πŸ˜‚ 


Semoga suatu saat nanti gw bisa kesini lagi dengan keadaan tugu nya yang sudah jadi πŸ˜‚.selain mengabadikan momen disini dengan camera jangan lupa kita juga bisa membuat sertifikat bahwa kita pernah berkunjung kesini sebagai kenang kenangan ,kita bisa membuat nya di kantor dinas pariwisata di kota Sabang atau bisa juga memakai jasa warung di sekitar tugu nol kilometer bisa di tunggu ko. Harga nya Rp 15.000
                    Sertifikat nol kilometer 
Setelah puas Napak tilas di tugu nol , gw langsung cus explore pantai lain ,karena di pulau Weh ini banyak sekali tempat tempat keren nya dan Lo gak perlu khawatir kesasar di sini banyak sekali papan penunjuk jalan dan pulau nya juga kecil jadi gak perlu takut kesasar , destinasi tempat gw selanjut nya yaitu pantai anoi hitam,pantai sumur tiga,bangker Jepang,pantai ujung kareung , dan sebelum kesana Lo juga wajib nyobain kuliner yang sangat terkenal di sana yaitu sate gurita letak nya tidak jauh dari pusat kota sabang,itu rasa nya Ajip dan mantap bangat recommended bangat buat Lo pencinta kuliner, dan inilah tersangka nya pantai yang tadi gw sebutin,yang udah gw belain jauh jauh sendirian datang kesiniπŸ˜‚berikut dengan bangker peninggalan Jepang.







Jangan lupa juga untuk berfoto di icon I πŸ’— Sabang , ada yang sangat gw sesalkan di bangker Jepang ini,yaitu vandalisme nya banyak sekali tangan jahil yang sangat kelewat kreatif nya πŸ˜‚ padahal menurut gw pulau ini sangat cantik,bersih dan sejuk.
Untuk malam ke dua nya gw lebih memilih menginap di penginapan backpaker tepat nya di depan resort the point pantai sumur tiga . Karena yang punya penginapan nya baik dan seru  gw di kasih harga Rp 100.000 permalam berikut snorkling,mungkin karena kasian dia liat gw sendirian kaya orang ilang dari Jakarta πŸ˜‚.
Sepertinya masih terdengar mahal harga Rp100.000 ini, tapi harga itu udah paling murah setelah gw check penginapan di sana yang lain nya di atas Rp150.000.
Besok pagi nya gw juga harus kembali ke pelabuhan karena kapal untuk kembali ke Banda Aceh jadwal nya pagi pukul 08.00 wib . Dari tempat gw menginap ini hanya 20 menit untuk menuju pelabuhan,setelah gw mengembalikan motor sewaan sama si penyedia jasa rental , gw langsung membeli tiket untuk kembali ke Banda Aceh dan siap untuk destinasi selanjutnya yaitu explore Banda Aceh , selamat tinggal pulau Weh gw berharap suatu saat nanti bisa berkunjung kembali kesini dan bisa menginjakan kaki ke pulau Rondo,pulau terluar dan pulau titik awal Indonesia yang sebenarnya πŸ˜‡
Setelah 2jam perjalanan kapal Ferry dari pulau Weh - pelabuhan ulele Banda Aceh gw udah di jemput oleh bang Ucok, bang Ucok ini asli nya dari Lampung dan bekerja di kota Banda Aceh bang Ucok ini gw kenal melalui media sosial sebelum nya dan ini pertama kali nya gw ketemu bang ucok,yang sebelum nya gw hanya chat chatan nanya nanya soal wisata dan transfortasi di kota Banda Aceh , beda dengan pulau Weh Sabang di Banda Aceh ini tidak ada sewa motor untuk kita explore ( mungkin sekarang sudah ada ) .jadi dengan segala kabaikan nya bang Ucok bersedia meminjamkan motor nya untuk gw explore sekitar kota Banda Aceh ( rezeqi anak Sholeh πŸ˜‚ ) . Karena gw masih punya waktu 3 hari di sini jadi gw langsung memutuskan untuk kembali menginap di hotel wisata,sama seperti malam pertama gw datang ke sini.
di Banda Aceh ini gw lebih memilih untuk explore tentang budaya dan sejarah nya disini banyak sekali peninggalan sejarah serta peninggalan tsunami Aceh dari mulai museum tsunami ,makam raja raja Aceh, rumah adat dan makam para pahlawan nasional dari Aceh dan bangunan bangunan sisa bencana tsunami Aceh yang sekarang di jadikan objek wisata oleh pemerintah Aceh , sebagai pengingat bahwa di Aceh pernah terjadi bencana tsunami besar yang menghancurkan kota Banda Aceh dan sekitar nya serta menelan korban hingga ratusan jiwa ( berdoa sejenak untuk para korban tsunami Aceh ).
Di Banda Aceh ini jangan lupa kita untuk mampir ke kedai atau warung warung kopi untuk menikmati kopi khas Aceh , sepanjang jalan atau persimpangan jalan kita akan banyak sekali menjumpai warung kopi khas Aceh dan mie Aceh.
Karena gw datang kesini masih dalam suasana momen hari kemerdekaan Indonesia jadi beruntung sekali gw bisa menyaksikan festival budaya hari kemerdekaan di sini, seluruh jalan protokol di tutup untuk pawai festival budaya Nusantara, masyarakat kota Banda Aceh berbondong bondong turun ke jalan untuk menyaksikan nya pemandangan yang luar biasa meriah nya ,masyarakat dan aparatur negara nampak senang sekali dan penuh syukur dalam menyambut hari kemerdekaan republik Indonesia. 
                  

                           Festival budaya 
Di sini gw belajar banyak betapa berharga dan kaya nya negri ini akan budaya dan sejarah,dan untuk menjaga nya ini semua adalah tanggung jawab kita bersama .
Gw begitu mencintai dan kagum akan budaya budaya di negri ini,salah satu nya di negri serambi Mekah ini dan ini adalah tempat tempat bersejarah yang gw kunjungi selama di kota serambi Mekah ini
Makam raja raja aceh 
Kapal Soekarno 
Rumah cut nyak Dien
Masjid Baiturahman
Masih banyak tempat sejarah lain nya di sini , Lo bisa explore dari mulai rumah adat Aceh sampai ke tempat sejarah lain peninggalan raja raja Aceh jaman dahulu.
Nah selain tempat sejarah yang tak mungkin di lewatin juga adalah sisa sisa peninggalan tsunami Aceh seperti yang tadi gw bilang , kalau di kota Banda Aceh ini banyak sekali tempat tempat untuk Lo kunjungi diantara nya Lo bisa berkunjung ke kapal PLTD apung,kapal PLTD apung ini adalah kapal milik PLN yang sangat besar dan berat sekitar 2600 ton ( kalau gak salah )πŸ˜‚, kapal ini terbawa oleh dahsyat nya tsunami dari tengah laut ke tengah pemukiman warga ,karena kapal ini terlalu berat konon di bawah kapal ini masih banyak jasad korban tsunami yang tidak bisa di evakuasi.
Kapal PLTD apung
Selain itu kalian juga bisa masuk ke dalam museum tsunami , di museum inilah kalian akan melihat secara jelas dan lengkap sisa sisa peninggalan tsunami yang di abadikan , disini juga kalian akan melihat daftar nama nama korban tsunami yang di tulis di dinding museum ini.lokasi nya persis di depan lapangan blank Padang ,dan di lapangan ini juga kalian akan menemukan banyak sekali lambang bendera bendera negara luar yang sudah turut membantu aceh saat terjadi bencana tsunami lalu, sehingga sebagai rasa terimakasih pemerintah Aceh , lambang bendera negara negara tersebut di abadikan di lapangan blank Padang dan museum tsunami ini
                        Museum tsunami

                   Lapangan blank padang
Selain itu kalian juga bisa berkunjung ke kapal lampulo atau kapal di atap rumah di mana kapal nelayan yang terseret ombak dan menyangkut  ( bahasa Indonesia nyangkut apa ya )πŸ˜‚ di atap rumah,kalian juga bisa mendoakan saudara kita yang telah meninggal dalam bencana tsunami di kuburan masal nya,di sana kita akan banyak menjumpai kuburan masal korban tsunami.


Kapal lampulo
Dan kuburan masal
Gak kerasa waktu liburan gw di kota Banda Aceh dan pulau Weh ini udah mau berakhir 6hari seperti waktu yang sebentar untung mengexplore kota Banda Aceh ,begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang gw dapet di sini yang gak bisa gw sharing semua disini , gw begitu nyaman berada disini dan berterimakasih sama teman teman yang sudah membantu selama saya di Aceh,teman teman backapker Aceh,admin wisata Aceh,bang Ucok dan masyarakat yang ramah. setelah mengembalikan motor pinjaman dari bang Ucok gw pun harus segera ke bandara sore itu , sebelum gw menuju ke bandara gw pengen hari terakhir gw disini menggunakan jasa bentor sebagai moda transportasi tradisional disana untuk keliling kota Banda Aceh  menuju bandara




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

KOPI DAN PENA

Perjalanan hati

Backpacker Jakarta - Lombok ( part 2 )