Summit for merah putih . Mt sumbing 17 Agustus 2014
Malam itu kurang lebih pukul 21.00 wib tepat di malam jumat gw udah standbye di terminal Pulo gadung.. gw tau ini adalah jadwal yg salah,setelah sebelum nya gw udah ada rencana untuk merayakan hari kemerdekaan republik Indonesia di salah satu puncak gunung di Jawa tengah ,yups gunung sumbing,gunung yang menurut gw gak terlalu banyak pendaki saat momen 17 Agustus pada tahun 2014 lalu,gak tau kalo sekarang . Di sinilah awal mula perjalanan gw,ketika sampai di terminal Pulo gadung gw salah jadwal bus ternyata tidak ada malam itu bus yang jurusan ke Wonosobo,sementara gw dengan di antar temen gw pun memilih untuk balik lagi ke rumah menunggu esok pagi,ternyata mendadak gw dapat telepon dari teman kantor di minta untuk masuk kerja besok pagi,padahal gw udah punya rencana untuk bolos kerja untuk hari Jumat nya,tapi dengan niat yang sudah bulat akhir nya Jumat pagi pun gw datang ke kantor dengan perlengkapan naik gunung yang sudah gw packing dari beberapa hari sebelum nya,dengan tujuan setelah kerjaan gw selesai gw bisa langsung gass ke gunung sumbing, gak terlalu lama gw di kantor setelah kerjaan gw selesai secara diam diam pun gw langsung minta anter temen kantor gw ke terminal Bekasi,tanpa sepengetahuan bos ๐ ( yang ini jangan di contoh ).jam 08.00 wib gw udah di terminal Bekasi dan siap untuk berangkat menuju Wonosobo , yaaaahhh walau pun perjalanan sendiri dan gw akan mendaki gunung sendiri mungkin akan menjadi perjalanan yang membosankan,atau mungkin sangat mengerikan karena mendaki sendirian,tapi tentu gw pun udah tau resiko nya dan ini udah ke sekian kali nya gw mendaki gunung,jadi segala sesuatu nya sudah gw persiapkan dengan baik karena segala kemungkinan terburuk di gunung seorang diri pun bisa saja terjadi.
Dengan P.O bus Murni jaya jurusan Wonosobo akhir nya gw bisa berangkat,ini mungkin bisa di bilang bus gila๐ karena supir nya luar bisa sekali kebut kebutan di jalan, dan nikmat nya lagi satu bus ini cuma ada 10 orang penumpang nya ,jadi gw bisa tidur dan duduk di mana aja,setiap seat bangku juga ada instalasi listrik nya untuk charger handphone ๐..
Dalam bus ( sepi )
Setelah sekian jam menempuh perjalanan dan macet macetan akhir nya gw tiba di terminal Purwokerto jam 11 malam,karena di Slawi ada jalan yang longsor jadi gw harus rela macet macetan berjam jam , dan yang sangat di sayangkan bus nya cuma sampai Purwokerto,dengan alasan A-Z gw sendiri gak terlalu mempermasalahkan itu karena gw suka dengan perjalanan ini,dan ini mempunyai cerita sendiri buat gw,mau gak mau gw pun nyari bus lagi yang tujuan ke Wonosobo dan alhamdulilah waktu itu masih ada satu satu nya yang terakhir bus kecil yang jurusan ke Semarang dan kebetulan lewat basecamp pendakian gunung Raung , gw selalu yakin di balik kejadian selalu ada hikmah terlebih untuk para orang orang yang gila jalan ๐. Pukul 03.00 wib gw tiba di basecamp ,dan ternyata di bus itu pun ada beberapa pendaki juga dari Jakarta dan Bogor ,tldan ternyata sesampai nya di basecamp sudah penuh pendaki yang istirahat mempersiapkan fisik untuk pendakian pagi hari nanti,gw tanpa pikir panjang,dari pada gw harus mendaki nunggu matahari terbit dengan banyak nya pendaki pasti gw tidak bisa menikmati perjalanan gw,malam itu juga gw langsung gas naik setelah mengurus perijinan.padahal masih sangat gelap dan dingin,tapi ketika gw baru mau jalan ternyata pendaki yang tadi satu bus sama gw pun mau ikut bareng langsung naik malam itu juga.jadi gw naik berbeda 6
Chandra dan Yuli mereka dari Jakarta,sedangkan melan,Eva dan Tio mereka dari bogor.oke setelah berdoa dan menyalakan headlamp kita langsung mulai tracking ,pertama kita akan melewati perkebunan warga dulu baru lah kita masuk ke jalur hutan
Di antara kita berdua 6 belum pernah ada kesini sebelum nya, dan gw pun di minta untuk menjadi leader ,padahal gw sendiri pun belum pernah mendaki gunung sumbing sebelum nya๐, dengan kadar oksigen yang tipis karena di saat malam hari tumbuhan pun menghirup oksigen dan cuaca dingin rasa lelah pun menjadi lamban nya perjalanan ini,karena tubuh kita pun perlu penyesuaian dan kita tidak pakai istirahat lagi langsung tracking ๐ Al hasil beginilah ๐ ๐
Mereka tepar di jalan ๐
Tapi lumayan lah setidak nya walaupun tracking jadi aga lama,minimal gw gak sendirian di hutan dengan suara jangkrik๐,ada temen buat sharing dan ngobrol , bahkan sampai sekarang pun kita masih suka komunikasi dan ketemu,perjalanan yang indah dengan cuaca yang begitu mendukung tak terasa mataharipun mulai terbit , pas kita mulai memasuki pos 1 ,pemandangan yang indah nampak sekali di depan kita gunung Sindoro pun mulai menampakan wujud nya.
Gunung Sindoro dan prau
Dengan cuaca yang mulai hangat dan tubuh yang sudah mulai terbiasa dengan beban berat ,rasa semangat untuk segera sampai camp pestan ( area mendirikan tenda ) semakin menggebu gebu๐, jam 1 siang kita sampai di post 3 sebelum post pestan dan ternyata di sana sudah ada temen teman nya Yuli dan Chandra yang sudah mendaki 1 hari sebelum nya,dan di sana juga gw ketemu temen kantor gw yang siap siap untuk turun ,jadi gw naik temen kantor gw udah siap siap turun karena sudah mendaki di hari sebelum nya๐๐
Post pestan ( pasar setan )
Dan akhir nya hanya tinggal gw,melan,Eva,dan Tyo kita melanjutkan perjalanan untuk camp di area watu kotak karena di sana lebih terlindungi dari angin atau badai ,bukan area luas seperti di pestan yang angin nya kenceng bangat, hanya di watu kotak tidak enak nya sempit dan dekat dengan jurang๐,malam itu pun gw tidur satu tenda ber 4,kalau masalah logistik gak perlu di tanya karena gw emang niat untuk mendaki sendiri jadi gw cuma bawa logistik yang seadanya , dan inilah berkah buat gw ,melan,Eva dan Tyo banyak bangat bawa logistik alhasil gw bisa makan enak. Alrm pun gw aktif kan jam 03.00 karena rencana gw supaya gak terlalu siang untuk summit dan bisa sampai puncak pas sunrise ,sambil mengheningkan cipta, di saat matahari 17 Agustus terbit. Alarm gw pun bunyi melan,Tyo dan Eva nampak nya masih sangat lelah,Tyo menyuruh gw untuk duluan nanti mereka akan nyusul akhir gw summit sendirian setelah ibadah subuh dengan berbekal makanan dan air untuk di jalan serta jas hujan.dan Alhamdulillah langit pagi itu begitu indah gw tiba di puncak persis menjelang sunrise terbit,dan ternyata di puncak sudah ada Yuli,Chandra dan rombongan yang sudah sampai puncak lebih dulu,gw ikut gabung dan kita sama sama mengheningkan cipta serta menyanyikan lagu kebangsaan.
top puncak gunung sumbing
Setelah puas foto foto dan menikmati sunrise pagi di 17 Agustus 2014 lalu ,gw pun kembali turun ke tenda,namun tidak lama berpapasan dengan Tyo,melan dan Eva mereka baru akan summit akhir nya sekalian pamit dan salam perpisahan gw bilang akan turun duluan,kerena khawatir tertinggal bus jurusan Bekasi,sedangkan mereka setelah dari gunung sumbing akan kembali mendaki gunung Prau esok hari nya,dan lagi lagi gw di suguhkan oleh pemandangan yang luar biasa indah nya , di tambah sebelah tenda gw cewek dua orang asli Jogja kita ngobrol sambil minum kopi dulu sebelum gw packing untuk pulang,tak lupa mengabadikan momen indah pemandangan yang sulit untuk di ungkapkan dengan kata kata dari balik tenda.
Foto gw dari balik tenda
Gw cuma bisa mengucap syukur,karena gw sudah di kasih nikmat sehat dan di izinkan oleh Allah SWT untuk sekedar berdoa untuk bangsa ini di moment 17 Agustus dimana hari kemerdekaan negri kita tercinta,dan gw juga berterimakasih banyak mesti gw sendiri tapi gw selalu di pertemukan dengan orang orang yang baik, karena gw selalu bilang " kalau kita mau melihat bagaimana campur tangan Tuhan dalam hidup kita , maka lakukanlah sebuah perjalanan dan pasrahkan semua nya,maka kita akan melihat betapa keikhlasan dan ke pasrahan seorang hamba pada tuhan nya itu begitu terasa,dan kita akan merasakan bagaimana Tuhan mengatur setiap langkah kita " .
#rudiyusuf












Comments
Post a Comment